
Mars Ega Legowo Putra, Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, bersama Direktur Rekayasa dan Infrastruktur Darat, Hari Purnomo, telah meninjau langsung Posko Penanggulangan Bencana di BPBD Sumatera Utara yang berlokasi di Medan. Kunjungan ini bertujuan untuk memastikan dukungan terhadap masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor di wilayah Medan, Sibolga, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Selatan tetap berjalan optimal.
Mars Ega Legowo Putra menegaskan bahwa Pertamina Patra Niaga hadir di garis terdepan untuk memastikan akses energi tetap terjaga dan bantuan logistik sampai kepada masyarakat terdampak. Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera pada akhir November lalu telah memicu respons cepat dari Pertamina Patra Niaga untuk menjaga distribusi energi dan bantuan kemanusiaan.
Hingga 1 Desember 2025, Pertamina Peduli telah menyalurkan berbagai bantuan ke titik-titik pengungsian di Aceh Utara, Agam, Padang Pariaman, Lhokseumawe, Medan, Padang, hingga Sibolga dan Tapanuli. Bantuan tersebut mencakup 2.975 kg beras, 1.009 kardus mie instan, 173 papan telur, 118 kardus biskuit, 51 kardus ikan kaleng, 115 box minyak goreng, 552 kardus air mineral, 880 pack makanan cepat saji, dan 55 tabung Bright Gas untuk dapur umum. Selain kebutuhan pokok, disalurkan juga dukungan harian dan kesehatan seperti popok bayi-dewasa, selimut, alas tidur, kebutuhan perempuan-anak, serta vitamin.
Untuk mendukung kelancaran operasional evakuasi dan distribusi logistik, Pertamina Patra Niaga menyiapkan 22.600 liter Dexlite, 6.000 liter Avtur, dan 1.000 liter Pertamax bagi BNPB dan Pemerintah Daerah, termasuk untuk kendaraan evakuasi dan alat berat. Pertamina Patra Niaga juga menyediakan nomor telepon khusus 0822-7692-9620 bagi instansi yang membutuhkan dukungan energi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135 untuk informasi terkait Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di wilayah yang terdampak bencana.
Sebelumnya, distribusi BBM dan LPG sempat terkendala akibat jalur transportasi yang terputus, menyebabkan beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPPBE) mengalami keterbatasan operasional. Namun, seiring membaiknya cuaca dan kondisi akses, proses pemulihan dan normalisasi penyaluran BBM mulai dilakukan secara bertahap. Pertamina Patra Niaga Sumbagut juga telah mengimplementasikan jalur distribusi alternatif dan mengerahkan 30 unit skid tank LPG tambahan dari Integrated Terminal Dumai untuk memperlancar distribusi LPG ke wilayah yang aksesnya terhambat.