
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyatakan bahwa Stasiun Kereta Rel Listrik (KRL) di kawasan Jakarta International Stadium (JIS) akan segera beroperasi. Pernyataan ini disampaikan sebagai langkah penting untuk meningkatkan aksesibilitas transportasi publik menuju stadion berskala internasional tersebut. Pramono Anung menekankan bahwa operasional stasiun KRL ini akan memungkinkan KRL berhenti tepat di depan JIS, yang bertujuan untuk mempermudah pengunjung, khususnya saat ada acara besar.
Pramono Anung telah berkoordinasi dengan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi dan Direktur Jenderal Perkeretaapian Allan Tandiono guna mempercepat operasional Stasiun KRL JIS. Sebelumnya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menargetkan Stasiun JIS dapat beroperasi pada November 2025. Hingga saat ini, proses pembangunan stasiun terus berjalan, dengan target akhir tahun ini bisa mulai beroperasi. Dudy bahkan berharap stasiun ini dapat selesai dalam satu hingga dua bulan karena banyaknya acara yang berlangsung di wilayah Ancol dan sekitarnya menjelang akhir tahun.
Kehadiran stasiun KRL ini dianggap strategis untuk mengurai kemacetan parah yang kerap terjadi saat konser atau pertandingan di JIS. Pramono Anung mencontohkan pengalamannya saat menonton konser Dewa 19, di mana ia harus menunggu hampir dua jam untuk bisa keluar dari area stadion. Ia menegaskan bahwa perbaikan konektivitas menuju JIS menjadi prioritas utama.
Selain konektivitas KRL, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta juga tengah menyiapkan integrasi dengan moda transportasi lain seperti TransJakarta dan LRT. Rencana pembangunan jembatan sepanjang 350 meter yang akan menghubungkan JIS dengan kawasan Ancol juga sedang digodok, sebagai upaya menciptakan ekosistem transportasi yang saling terhubung dan memudahkan mobilitas pengunjung.
Perkembangan pembangunan Stasiun KRL JIS sudah terlihat dengan berdirinya dua peron dan kanopi sebagai atap peron, yang berada di sisi utara JIS, tepatnya di Jl. R. E. Martadinata. Stasiun ini akan berada di rute pendek antara Stasiun Tanjung Priok dan Jakarta Kota. Infrastruktur ini tidak hanya akan melayani pengunjung JIS tetapi juga diharapkan menjadi moda transportasi alternatif bagi warga Kampung Susun Bayam.