:strip_icc()/kly-media-production/medias/5342656/original/097613200_1757397640-3.jpg)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada penutupan perdagangan Rabu, 3 Desember 2025, ditutup di zona merah, melemah tipis 0,06% atau 5,26 poin ke level 8.611,7. Meskipun demikian, indeks komposit sempat mencatatkan rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) intraday di level 8.669, sebelum berbalik arah karena aksi ambil untung. Sepanjang hari, IHSG bergerak volatil dengan rentang antara 8.591,80 hingga 8.669,18.
Total nilai transaksi tercatat mencapai sekitar Rp 21,28 triliun, dengan volume perdagangan mencapai 47,10 miliar saham dan frekuensi transaksi sebanyak 2,73 juta kali. Meskipun IHSG melemah, sebanyak 328 saham menguat, 316 saham terkoreksi, dan 160 saham stagnan.
Kinerja sektoral menunjukkan gambaran yang kontras dengan pelemahan indeks utama. Mayoritas sektor saham kompak menguat, dengan sektor teknologi menjadi motor utama yang mencatatkan kenaikan terbesar sebesar 1,54%. Sektor-sektor lain yang juga membukukan penguatan signifikan adalah infrastruktur yang naik 1,5%, transportasi meningkat 1,26%, barang konsumen primer menguat 1,14%, properti naik 0,93%, kesehatan bertambah 0,85%, dan industri naik 0,31%. Sebaliknya, sektor barang baku mengalami pelemahan sebesar 0,6%, diikuti sektor keuangan yang terkoreksi 0,58%, dan sektor energi turun 0,5%.
Di antara saham-saham teknologi yang memimpin kenaikan adalah PT DCI Indonesia Tbk (DCII) yang melesat 8,24% menjadi Rp254.400 per saham, PT Hensel Davest Indonesia Tbk (HDIT) menguat 13% menjadi Rp99 per saham, PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) naik 10,8% menjadi Rp432 per saham, PT Galva Technologies Tbk (GLVA) melonjak 9,84% menjadi Rp408 per saham, dan PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) yang menguat 9,76%.
Beberapa saham lain yang juga mencatatkan kenaikan signifikan dan masuk daftar top gainers secara umum meliputi PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE) yang melonjak 34,92% ke Rp 170, PT Cilacap Samudera Fishing Industry Tbk (ASHA) yang naik 34,85% ke Rp 89, dan PT Martina Berto Tbk (MBTO) yang menguat 29,19% ke Rp 208. Kenaikan tajam juga dialami PT GTS Internasional Tbk (GTSI) yang melesat 28,32% ke Rp 222, serta PT Rockfields Properti Indonesia Tbk (ROCK) yang menguat 25% menjadi Rp 1.325.
Pelemahan IHSG hari ini dipengaruhi oleh aksi ambil untung investor setelah indeks sempat mencapai level tertinggi intraday. Di sisi lain, pelaku pasar juga mencermati rilis data Purchasing Managers' Index (PMI) dari berbagai negara serta spekulasi mengenai potensi penurunan suku bunga acuan Federal Reserve pada pekan depan.