Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Airlangga: Dampak Bencana Sumatera pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional Masih Dalam Pengawasan

2025-12-04 | 00:35 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-03T17:35:55Z
Ruang Iklan

Airlangga: Dampak Bencana Sumatera pada Pertumbuhan Ekonomi Nasional Masih Dalam Pengawasan

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan bahwa pemerintah masih terus memantau dampak bencana banjir dan tanah longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra terhadap pertumbuhan ekonomi nasional untuk tahun 2025. Hingga saat ini, pemerintah belum berencana untuk menyesuaikan target pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2025 maupun sepanjang tahun tersebut, dengan fokus utama masih pada penanganan darurat.

Bencana hidrometeorologi basah, yang mencakup banjir bandang dan tanah longsor, telah menerjang sekitar 50 kabupaten/kota di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar) sejak akhir November 2025. Dampak yang ditimbulkan sangat parah, menyebabkan ribuan rumah warga rusak, terputusnya akses transportasi, kerusakan infrastruktur penting seperti jalan dan jembatan, serta lumpuhnya aktivitas ekonomi. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, per 2 Desember 2025, korban tewas mencapai 712 orang dengan 507 orang masih dinyatakan hilang.

Kepala Ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, memperkirakan bencana banjir di Sumatra ini dapat menekan pertumbuhan ekonomi nasional antara minus 0,08 persen hingga 0,12 persen. Ia menyoroti kontribusi tiga provinsi terdampak tersebut, yakni Aceh, Sumut, dan Sumbar, yang mencapai 7,8 persen terhadap pertumbuhan ekonomi nasional hingga kuartal III 2025. Kerugian ekonomi awal akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp32,6 triliun. Meskipun dampak terhadap inflasi nasional tidak diperkirakan signifikan jika pemerintah bergerak cepat, tekanan pada pertumbuhan ekonomi berpotensi terjadi hingga akhir tahun.

Di sisi lain, Center of Economic and Law Studies (Celios) memberikan estimasi yang lebih tinggi, memproyeksikan total kerugian ekonomi nasional mencapai Rp68,67 triliun, yang setara dengan penurunan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 0,29 persen. Direktur Eksekutif Celios, Bhima Yudhistira, menekankan bahwa dampak ini langsung mempengaruhi kondisi ekonomi nasional mengingat Sumatera Utara merupakan salah satu simpul industri penting. Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) melalui M Rizal Taufikurahman juga menegaskan bahwa bencana ini memberi tekanan pada kinerja ekonomi kuartal IV 2025, membuat target pertumbuhan optimis pemerintah di kisaran 5,6 persen-5,7 persen sulit dipertahankan. Core Indonesia juga merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal IV 2025 dari 5,2%-5,4% menjadi hanya 5,2% atau bahkan di bawahnya.

Pemerintah, sesuai instruksi Presiden Prabowo Subianto, telah mengerahkan seluruh kekuatan nasional untuk penanganan darurat, termasuk evakuasi, penyaluran logistik, dukungan tenaga kesehatan, serta percepatan pemulihan infrastruktur, transportasi, dan komunikasi. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sendiri telah menyampaikan duka cita mendalam dan memastikan bahwa bantuan kemanusiaan telah disalurkan, termasuk puluhan ton makanan, minuman, dan alat kesehatan dari kolaborasi Kemenko Perekonomian dengan berbagai mitra. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga tengah menyiapkan skema keringanan kredit bagi debitur yang terdampak bencana di Sumatra, dengan melakukan asesmen dampak terhadap sektor keuangan.