Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

GoTo Jawab Tuntas Peran Danantara dalam Isu Merger dengan Grab

2025-12-02 | 17:13 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T10:13:34Z
Ruang Iklan

GoTo Jawab Tuntas Peran Danantara dalam Isu Merger dengan Grab

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) telah merespons isu mengenai potensi keterlibatan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) dalam rencana penggabungan usaha dengan Grab. GoTo menegaskan bahwa hingga saat ini, belum ada keputusan atau kesepakatan konkret terkait isu merger tersebut di luar informasi yang telah disampaikan sebelumnya dalam keterbukaan informasi.

Dalam pernyataannya, manajemen GoTo menyatakan fokus perusahaan tetap pada operasional, termasuk menjaga kesejahteraan mitra pengemudi. GoTo juga menyatakan keterbukaan terhadap diskusi strategis yang dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan. Setiap langkah konsolidasi yang diambil di masa mendatang akan selalu patuh terhadap aturan pasar modal dan disampaikan secara transparan.

Di sisi lain, Danantara, melalui CEO Rosan Roeslani, telah memberikan sinyal positif terkait proses merger GoTo dan Grab yang disebutnya masih terus berjalan. Rosan menyatakan bahwa Danantara terbuka untuk berpartisipasi jika kedua perusahaan menghendaki. Namun, Danantara akan menunggu hingga proses pembahasan antara Grab dan GoTo mencapai kejelasan, termasuk mengenai valuasi dan bentuk konsolidasi yang disepakati.

Keterlibatan Danantara dalam proses ini memiliki syarat utama, yaitu memastikan peningkatan kesejahteraan mitra pengemudi ojek online (ojol). Rosan Roeslani menekankan bahwa kesejahteraan ojol menjadi prioritas utama bagi Danantara jika memutuskan untuk terlibat.

Isu merger antara GoTo dan Grab semakin menguat setelah Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengungkapkan adanya pembahasan mengenai rencana tersebut. Diskusi ini juga disebut berkaitan dengan penyusunan rancangan peraturan presiden (perpres) terkait ojek daring, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap kesinambungan ekosistem digital nasional.

Meskipun sinyal positif datang dari pihak Danantara, GoTo sendiri belum mengonfirmasi adanya perkembangan baru yang signifikan. GoTo memastikan bahwa belum ada keputusan resmi atau perjanjian yang ditandatangani terkait potensi transaksi ini. Spekulasi mengenai merger ini sempat memicu tekanan internal dari beberapa investor besar GoTo yang dilaporkan mendorong perubahan kepemimpinan. GoTo baru-baru ini menominasikan Hans Patuwo sebagai calon Direktur Utama, menggantikan Patrick Walujo, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang akan datang, sebuah langkah yang disebut GoTo sebagai bagian dari proses suksesi yang telah disiapkan secara matang.

Potensi penggabungan dua raksasa teknologi ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait isu anti-monopoli, mengingat kombinasi keduanya dapat menguasai lebih dari 90 persen pasar ride-hailing di Indonesia, yang berpotensi memicu pengawasan ketat dari Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).