Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Revitalisasi Sumur Laut Jawa: Dari Mati 6 Tahun, Kini Ledakkan Produksi 1.097 BOPD

2025-11-28 | 08:00 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T01:00:18Z
Ruang Iklan

Revitalisasi Sumur Laut Jawa: Dari Mati 6 Tahun, Kini Ledakkan Produksi 1.097 BOPD

PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) berhasil mengaktifkan kembali Sumur LD-10 di Lapangan Lima, lepas pantai utara Jawa Barat, yang telah "mati" atau tidak berproduksi sejak tahun 2019. Sumur tua ini kini meledak dengan hasil uji produksi mencapai 1.097 barel minyak per hari (BOPD) dengan kadar air 6 persen.

Keberhasilan luar biasa ini dicapai melalui kegiatan Kerja Ulang Pindah Lapisan (KUPL) yang berlangsung selama 24 hari dan diselesaikan pada Selasa (25/11) dengan metode injeksi gas lift. Injeksi gas lift merupakan teknik yang digunakan untuk meningkatkan aliran minyak dari sumur ketika tekanan alami tidak lagi mampu mendorong fluida ke permukaan, sehingga aliran fluida menjadi lebih stabil.

Direktur PHE ONWJ, Rachmat Hidajat, menyatakan bahwa pencapaian ini merupakan bukti komitmen dan kerja nyata perusahaan dalam upaya meningkatkan produksi migas guna mendukung kemandirian energi nasional. "Pencapaian ini menunjukkan bahwa dengan perencanaan yang tepat dan eksekusi yang disiplin, kita dapat menemukan peluang baru dari aset-aset mature," kata Rachmat Hidajat.

Program kerja ulang pada Sumur LD-10 ini menargetkan lapisan L-30 dan L-29 dari Formasi Main, yang teridentifikasi sebagai kompartemen reservoir baru di area timur laut Lapangan Lima. Penentuan target ini didukung oleh evaluasi dan analisis petrofisika yang membuktikan potensi baru berdasarkan perbandingan dengan struktur lain di Lapangan Lima.

Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, turut melaporkan keberhasilan tim Drilling Engineer PHE ONWJ ini, menjelaskan bahwa sumur yang telah idle selama enam tahun tersebut kini kembali berproduksi signifikan. Proyek ini juga menunjukkan efisiensi biaya, menghabiskan USD 2,55 juta, atau hanya menyerap 82,15 persen dari anggaran yang disetujui SKK Migas. Pekerjaan di Sumur LD-10 akan dilanjutkan dengan rangkaian uji produksi lanjutan dan kemudian dialirkan dengan laju optimum melalui optimasi injeksi gas lift untuk menjaga stabilitas laju produksi.