Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Danantara Bidik 30% Saham Proyek Petrokimia Lotte Cilegon

2025-11-28 | 08:06 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T01:06:37Z
Ruang Iklan

Danantara Bidik 30% Saham Proyek Petrokimia Lotte Cilegon

Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara, atau Danantara, tengah dalam proses negosiasi intensif untuk mengakuisisi saham di proyek petrokimia milik Lotte Chemical Indonesia (LCI) di Cilegon. CEO Danantara, Rosan Roeslani, menyatakan bahwa pihaknya berupaya mengamankan kepemilikan saham antara 25% hingga 30% dalam proyek strategis ini.

Sebelumnya, Lotte Chemical menawarkan kepemilikan saham sebesar 35% kepada Danantara. Rosan menjelaskan bahwa Danantara sedang melakukan kajian mendalam (due diligence) atas tawaran tersebut, mengingat besarnya nilai investasi. Total investasi Lotte Chemical dalam proyek ini mencapai sekitar US$3,9 miliar hingga US$4 miliar, dengan ekuitas sekitar US$1,7 miliar yang menjadi pertimbangan dalam negosiasi.

Proyek petrokimia Lotte Chemical di Cilegon merupakan fasilitas petrokimia hilir berteknologi tinggi yang menjadi salah satu investasi terbesar Korea Selatan di Indonesia. Pabrik ini telah mencapai tahap akhir konstruksi dan dijadwalkan mulai beroperasi komersial pada pertengahan Kuartal IV 2025, dengan upacara peresmian yang telah dilaksanakan pada 6 November 2025. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, bahkan turut mengapresiasi penyelesaian proyek berskala besar ini, yang sejalan dengan agenda hilirisasi nasional.

Dengan kapasitas produksi naphtha cracker sebesar 3 juta ton per tahun, pabrik ini akan menghasilkan 1 juta ton etilena, 520 ribu ton propilena, 350 ribu ton polipropilena, 140 ribu ton butadiena, dan 400 ribu ton BTX (benzena, toluena, xilena) setiap tahun. Sekitar 70% dari produk pabrik ini akan dipasarkan di dalam negeri, sementara 30% akan diekspor, berkontribusi pada pengurangan ketergantungan impor dan peningkatan ekspor nasional.

Rosan menegaskan bahwa partisipasi Danantara dalam proyek ini kemungkinan besar akan dilakukan melalui investasi langsung, bukan melalui skema yang melibatkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Hal ini menunjukkan komitmen Danantara untuk berinvestasi secara langsung dalam pengembangan sektor petrokimia di Indonesia. Danantara sendiri, yang dikepalai oleh Rosan Roeslani sebagai CEO, merupakan badan pengelola investasi yang dibentuk oleh pemerintah Indonesia untuk mengelola aset negara dan berinvestasi pada proyek-proyek strategis.