
Jakarta – PT MRT Jakarta (Perseroda) tengah memfinalisasi rencana strategis untuk menghubungkan pusat perbelanjaan Gajah Mada Plaza dengan Stasiun Sawah Besar melalui akses bawah tanah. Inisiatif ini merupakan bagian dari pengembangan Transit-Oriented Development (TOD) di koridor MRT Fase 2A Harmoni-Kota.
Division Head of Project Management for Construction (PMC) 1 MRT Jakarta, Sony Desta, mengonfirmasi bahwa finalisasi kerja sama pembangunan akses bawah tanah antara Stasiun MRT Sawah Besar dan salah satu mal tertua di ibu kota tersebut sedang berlangsung. Menurut Sony, akses langsung akan tersedia dari pintu masuk bawah tanah stasiun menuju ke dalam mal.
Pengembangan TOD ini bertujuan tidak hanya untuk membangun konektivitas transportasi, tetapi juga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sekitar stasiun. Selain dengan Gajah Mada Plaza, PT MRT Jakarta juga sedang menjajaki dan memfinalkan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Grand Paragon untuk pengembangan kawasan di sekitar Stasiun Mangga Besar. MRT Jakarta juga membuka peluang kerja sama dengan pemilik gedung lainnya di sepanjang koridor Harmoni hingga Kota Tua.
Stasiun Sawah Besar merupakan bagian integral dari paket kontrak pembangunan CP202 MRT Jakarta Lin Utara-Selatan Fase 2A. Desain Stasiun Sawah Besar, bersama dengan Stasiun Mangga Besar, unik karena dirancang sebagai stasiun bawah tanah bertingkat dengan empat level. Desain ini menjadi yang pertama di Indonesia dan disesuaikan dengan keterbatasan ruang di kawasan padat seperti Gajah Mada dan Hayam Wuruk.
Pembangunan terowongan sepanjang 390 meter yang menghubungkan Stasiun Harmoni dan Stasiun Sawah Besar telah selesai antara Mei hingga September 2025. Terowongan ini merupakan yang terdalam di Indonesia saat ini, dengan kedalaman mencapai 28 meter di bawah permukaan tanah. Tantangan konstruksi di kawasan Sawah Besar mencakup ruang jalan yang sempit, keberadaan bangunan-bangunan tua, dan kedekatan dengan kanal air.