Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Prediksi Bitcoin $220.000 dari Genius IQ Tertinggi Dunia, Analis Menepisnya

2025-11-27 | 11:10 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-27T04:10:30Z
Ruang Iklan

Prediksi Bitcoin $220.000 dari Genius IQ Tertinggi Dunia, Analis Menepisnya

Seorang figur yang mengklaim sebagai pemilik IQ tertinggi di dunia, YoungHoon Kim dari Korea Selatan, telah membuat prediksi agresif bahwa harga Bitcoin (BTC) akan melonjak mencapai USD 220.000 dalam waktu 45 hari. Prediksi ini, yang disampaikan pada 16 November 2025 melalui platform X, langsung menuai respons keras dari analis keuangan terkemuka yang menilainya sebagai "omong kosong".

YoungHoon Kim, yang mengaku memiliki IQ 276, menyatakan, "Sebagai pemegang rekor IQ tertinggi di dunia, saya memperkirakan Bitcoin akan naik ke US$220.000 dalam 45 hari ke depan." Ia juga menambahkan bahwa seluruh keuntungan yang diperoleh dari kepemilikan Bitcoin akan disumbangkan untuk tujuan religius, yaitu membangun gereja di setiap negara. Pernyataan Kim ini konsisten dengan unggahannya pada 29 September 2025, di mana ia mengumumkan telah mengonversi seluruh aset kekayaannya menjadi Bitcoin, meyakini aset kripto tersebut sebagai "satu-satunya harapan bagi ekonomi masa depan."

Pada saat prediksi ini dilontarkan, harga Bitcoin berada di sekitar USD 95.500. Untuk mencapai target USD 220.000, Bitcoin memerlukan kenaikan sekitar 130%. Namun, pasar kripto justru menunjukkan tren penurunan. Per 25-27 November 2025, harga Bitcoin terpantau di kisaran USD 86.805 hingga USD 89.921,45. Bahkan, Bitcoin telah turun lebih dari 20% selama bulan November 2025. Rekor tertinggi sepanjang masa Bitcoin adalah sekitar USD 126.000, yang tercatat pada Oktober 2025.

Menanggapi prediksi fantastis ini, Versan Aljarrah, pendiri Black Swan Capitalist, dengan tegas menyebutnya sebagai "omong kosong." Dalam pernyataannya yang dikutip dari Yahoo Finance, Aljarrah mengkritik keras, "Bitcoin USD 220.000 dalam 45 hari adalah omong kosong yang membuat pasar ini menjadi seperti sirkus."

Aljarrah menyoroti bahwa prediksi optimis semacam ini, yang seringkali tanpa dukungan analisis teknis yang jelas, justru dilakukan oleh para pendukung fanatik Bitcoin (maxis) untuk mempertahankan "gelembung spekulatif." Ia menekankan bahwa masalah fundamental di pasar sudah terlihat jelas selama bertahun-tahun, dan Bitcoin seringkali "digunakan untuk mengalihkan perhatian, menjadi alat bagi pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, dan memperburuk pembicaraan dengan menyederhanakannya."

Saat ini, pasar kripto terpantau masih berjuang untuk pulih dari penurunan panjang yang dimulai pada 10 Oktober 2025. Kapitalisasi pasar kripto global pada 26 November 2025 tercatat turun 0,8% dalam 24 jam terakhir, menjadi USD 3,01 triliun. Selain itu, produk Exchange-Traded Fund (ETF) Bitcoin spot di AS juga mengalami penarikan dana besar, menunjukkan kehati-hatian investor di tengah kondisi pasar yang bergejolak.