:strip_icc()/kly-media-production/medias/5353942/original/046951500_1758186075-WhatsApp_Image_2025-09-18_at_11.48.23_AM.jpeg)
PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) mengumumkan pengunduran diri Julfi Hadi dari jabatannya sebagai Direktur Utama. Surat pengunduran diri Julfi Hadi telah diterima oleh perseroan pada tanggal 25 November 2025. Informasi ini disampaikan oleh Corporate Secretary PGEO, Kitty Andhora, melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 27 November 2025.
Manajemen PGEO menyatakan bahwa pengunduran diri Julfi Hadi ini tidak akan berdampak secara material terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Selanjutnya, sesuai dengan Pasal 8 ayat (3) POJK 33/2014, perseroan akan mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk membahas dan memutuskan mengenai pengunduran diri ini dalam jangka waktu paling lambat 90 hari kalender sejak tanggal diterimanya surat pengunduran diri tersebut.
Julfi Hadi diangkat sebagai Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy Tbk pada bulan Juni 2023, menggantikan Ahmad Yuniarto. Pengangkatannya saat itu merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperkuat posisinya sebagai perusahaan energi hijau kelas dunia. Di bawah kepemimpinannya, PGEO menargetkan peningkatan kapasitas terpasang dari 727 megawatt (MW) menjadi 1 gigawatt (GW) dalam dua tahun ke depan, dan mencapai 1,7 GW pada tahun 2034.
Julfi Hadi memiliki rekam jejak yang panjang dan kaya pengalaman di sektor panas bumi, lebih dari 35 tahun. Beliau meraih gelar Master of Science dan Bachelor of Science di bidang Geologi dari University of Texas, El Paso, Amerika Serikat. Sebelum bergabung dengan PGEO, Julfi Hadi pernah menjabat sebagai Presiden Direktur Medco Cahaya Geothermal, anak usaha PT Medco Power Indonesia.