Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Harga Beras Melandai: Klaim Penurunan di 152 Wilayah

2025-11-25 | 09:21 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-25T02:21:47Z
Ruang Iklan

Harga Beras Melandai: Klaim Penurunan di 152 Wilayah

Harga beras di 152 kabupaten/kota diklaim telah mengalami penurunan signifikan, sebuah perkembangan positif yang diumumkan oleh Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), Andi Amran Sulaiman. Klaim ini disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi IV DPR RI di Jakarta pada Senin, 24 November 2025. Jumlah daerah yang harga berasnya terkendali ini turun drastis dari sebelumnya yang mencapai 200 kabupaten/kota di mana harga beras berada di atas Harga Eceran Tertinggi (HET). Kini, hanya tersisa 48 daerah yang masih mengalami kenaikan harga beras.

Penurunan harga ini merupakan hasil dari intensifikasi berbagai program intervensi dan pembentukan tim terpadu. Tim terpadu tersebut adalah Satuan Tugas (Satgas) Pengendalian Harga Beras yang dibentuk pada 20 Oktober 2025, berdasarkan Keputusan Kepala Badan Pangan Nasional Republik Indonesia Nomor 375 Tahun 2025. Satgas ini merupakan sinergi antara Polri, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, Kementerian Perdagangan, Perum Bulog, dan pemerintah daerah.

Direktur Pengawasan Penerapan Standar Keamanan dan Mutu Pangan Bapanas, Hermawan, menjelaskan bahwa penurunan harga beras medium dan premium terjadi secara signifikan sejak awal November 2025 setelah Satgas tersebut terbentuk. Beras medium dilaporkan turun menjadi Rp 13.506 per kilogram pada 22 November, mengalami penurunan 0,50 persen dari hari sebelumnya. Sementara itu, beras premium mencatat penurunan harga menjadi Rp 15.498 per kilogram pada periode yang sama, turun 0,84 persen.

Intervensi yang dilakukan pemerintah meliputi operasi pasar penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, penguatan distribusi cadangan pangan daerah, hingga pengawasan di lapangan. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Amalia Adininggar Widyasanti, juga menyampaikan bahwa rata-rata harga beras nasional pada pekan ketiga November 2025 turun 1,56 persen menjadi Rp 15.238 per kg, dibandingkan Oktober yang berada di kisaran Rp 15.479 per kg. Penurunan ini sebagian besar didorong oleh panen gabah di sejumlah sentra produksi, peningkatan pasokan, serta adanya penyesuaian harga akibat beras SPHP.

Meskipun demikian, data Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) per 24 November 2025 menunjukkan bahwa rata-rata harga beras premium nasional masih di atas HET, mencapai Rp 15.503 per kilogram atau 4,05% lebih tinggi dari HET sebesar Rp 14.900. Kenaikan ini terutama dipicu oleh harga di zona 2 dan zona 3 yang masing-masing tercatat Rp 15.873 dan Rp 17.908, naik 3,07% dan 13,34% dari HET setempat. Berbeda dengan premium, harga beras medium cenderung lebih stabil dengan rata-rata nasional Rp 13.460, atau turun tipis 0,3% dari HET Rp 13.500.

BPS juga mencatat bahwa meskipun 66,11% daerah di Indonesia sudah mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras, masih ada beberapa wilayah yang menunjukkan kenaikan harga, khususnya di zona 3 yang menghadapi kendala geografis dan jalur distribusi. Pemerintah melalui Satgas terus menempatkan personel Bapanas, Dirkrimsus Polri, dan Bulog di 48 kabupaten/kota yang masih mengalami kenaikan harga untuk memastikan stabilisasi berlanjut.