Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Kekuatan Kata-Kata Trump: Saham Intel Melonjak Drastis

2026-01-10 | 20:34 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-10T13:34:00Z
Ruang Iklan

Kekuatan Kata-Kata Trump: Saham Intel Melonjak Drastis

Saham Intel Corp. melonjak signifikan pada 9 Januari 2026, menyusul pujian terbuka dari Presiden Donald Trump dan pengumuman terkait peluncuran prosesor canggih yang seluruhnya dibuat di Amerika Serikat. Saham Intel (INTC) meroket sekitar 10% hingga 11% dalam perdagangan awal hari itu, mencapai level tertinggi dalam hampir dua tahun, setelah Presiden Trump memuji perusahaan tersebut di media sosial dan mengonfirmasi pertemuan dengan CEO Intel Lip-Bu Tan sehari sebelumnya.

Presiden Trump menyatakan ia telah melakukan "pertemuan hebat" dengan CEO Intel Lip-Bu Tan dan memuji peluncuran prosesor CPU sub-2 nanometer pertama Intel, Core Ultra Series 3, yang dirancang, dibangun, dan dikemas sepenuhnya di Amerika Serikat. Pernyataan tersebut menekankan asal "sepenuhnya buatan AS" dari produk tersebut, menyoroti komitmen pemerintah untuk memperkuat kepemimpinan manufaktur semikonduktor domestik. Lonjakan saham ini bukan hanya respons sesaat; sejak pemerintah AS mengakuisisi 9,9% atau 10% saham Intel senilai $8,9 miliar pada Agustus 2025, yang didanai melalui hibah Undang-Undang CHIPS dan program Secure Enclave, saham perusahaan telah melonjak 75%. Investasi ini menjadikan pemerintah AS sebagai pemegang saham terbesar Intel. Trump mengklaim kepemilikan saham ini telah menghasilkan "puluhan miliar dolar bagi rakyat Amerika" hanya dalam empat bulan.

Kenaikan saham Intel menggarisbawahi semakin besarnya pengaruh retorika politik dan kebijakan pemerintah terhadap sentimen investor di sektor semikonduktor. Pemerintah AS, di bawah Presiden Trump, secara aktif menyelaraskan kebijakannya dengan tujuan manufaktur domestik, menjadikan Intel pusat perhatian investasi dan, pada saat yang sama, kontroversi. Undang-Undang CHIPS dan Sains, yang mengalokasikan $52,7 miliar untuk kegiatan semikonduktor di Amerika, telah membentuk lingkungan yang memungkinkan bagi perusahaan seperti Intel untuk memperluas jejak manufaktur mereka di AS. Pat Gelsinger, mantan CEO Intel, sebelumnya telah mengadvokasi strategi "IDM 2.0" yang ambisius untuk memulihkan kepemimpinan manufaktur chip AS, dengan Intel menjadi penerima manfaat utama dari Undang-Undang CHIPS.

Secara historis, pernyataan politik, bahkan yang bersifat spekulatif, dapat bertindak sebagai proksi untuk kejelasan regulasi, mendorong investor untuk bertaruh pada perusahaan yang dianggap "aman" di bawah kebijakan perdagangan yang bergeser. Misalnya, ancaman tarif 100% oleh Trump terhadap chip impor, ditambah dengan pengecualian bagi perusahaan yang berinvestasi dalam manufaktur AS, memicu kenaikan 5% pada saham TSMC di Taiwan. Undang-Undang "Building Chips in America Act," yang disahkan akhir 2024, telah mulai membuahkan hasil dengan menyederhanakan izin lingkungan yang sebelumnya menunda proyek Intel di Ohio. Konteks ini menunjukkan pergeseran ke arah kebijakan industri yang agresif, yang tidak terlihat di AS sejak pertengahan abad ke-20.

Implikasi bagi pasar dan industri semikonduktor sangat luas. Lonjakan ini menyoroti dampak langsung validasi politik terhadap psikologi investor, terutama di sektor yang terkait dengan keamanan nasional dan strategi ekonomi. Namun, kinerja sektor semikonduktor tetap mencerminkan campuran optimisme yang didorong kebijakan dan ketidakpastian jangka panjang. Investor perlu menimbang narasi politik terhadap eksekusi operasional perusahaan. Volatilitas pasar yang berkelanjutan menjadi kekhawatiran, karena pengumuman politik dapat memicu reaksi pasar saham yang signifikan dan cepat, mempersulit perencanaan investasi jangka panjang.

Ke depan, Intel masih menghadapi tantangan untuk mengamankan pelanggan eksternal utama untuk proses manufaktur 14A yang akan datang, dan keberhasilan proses 18A-nya sangat penting untuk mengembalikan dominasi perusahaan. Administrasi Trump juga telah mengonfirmasi bahwa Intel akan menjadi penerima utama dari Advanced Manufacturing Investment Credit yang diperluas, yang diharapkan meningkat dari 25% menjadi 35%, selanjutnya mensubsidi belanja modal besar yang diperlukan untuk "mega-pabrik" Intel di Ohio dan Arizona. Fenomena ini mencerminkan tren nasionalisme teknologi yang lebih luas, di mana kepemimpinan dalam semikonduktor semakin dilihat sebagai masalah keamanan nasional dan daya saing ekonomi.