:strip_icc()/kly-media-production/medias/2408415/original/054935400_1542192174-Pasar-saham-Indonesia5.jpg)
PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mengumumkan rencana pembagian dividen interim untuk tahun buku 2025 sebesar Rp167,67 miliar, atau setara Rp1,34 per saham, dengan jadwal pembayaran pada 29 Januari 2026. Keputusan ini didasarkan pada hasil keputusan edaran direksi dan dewan komisaris yang disepakati pada 29 Desember 2025, menyusul kinerja positif perusahaan yang mencatatkan laba bersih signifikan hingga pertengahan tahun fiskal 2025.
Langkah korporasi ini menandai dividen interim perdana bagi CDIA setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2025, menunjukkan komitmen perusahaan untuk memberikan nilai kepada pemegang saham di tengah ekspansi bisnis yang agresif. Dividen ini bersumber dari laba bersih tahun berjalan yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk per 30 Juni 2025, yang tercatat sebesar US$67,84 juta, dengan saldo laba ditahan yang tidak dibatasi penggunaannya sebesar US$78,40 juta dan total ekuitas mencapai US$995,99 juta.
Manajemen CDIA menetapkan jadwal kunci pembagian dividen: tanggal cum dividen di pasar reguler dan negosiasi adalah 8 Januari 2026, dengan ex dividen pada 9 Januari 2026. Untuk pasar tunai, cum dividen jatuh pada 12 Januari 2026, diikuti ex dividen pada 13 Januari 2026. Tanggal daftar pemegang saham (recording date) yang berhak menerima dividen ditetapkan pada 12 Januari 2026.
Kinerja keuangan CDIA menunjukkan momentum pertumbuhan yang kuat sepanjang sembilan bulan pertama 2025, dengan pendapatan melonjak 42% secara tahunan menjadi US$104,8 juta, dibandingkan US$73,8 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Peningkatan ini didorong oleh lonjakan signifikan di segmen logistik, yang tumbuh 1.234% tahun-ke-tahun menjadi US$24,7 juta dari sebelumnya US$1,8 juta. Kontribusi segmen logistik terhadap total pendapatan perusahaan juga meningkat drastis dari 2,5% pada 9M24 menjadi 23,5% pada 9M25, mencerminkan pergeseran bauran pendapatan ke aktivitas berprofitabilitas tinggi. Margin laba kotor CDIA juga membaik menjadi 22,9% pada 9M25, dibandingkan 10,4% pada 9M24, mengindikasikan peningkatan daya ungkit operasional.
Menurut analis Henan Putihrai Sekuritas, Irsyady Hanief, laba inti CDIA mencapai US$38,1 juta, tumbuh 80,5% secara tahunan, memenuhi 76,3% dari target setahun penuh dan sejalan dengan ekspektasi. Direktur CDIA, Jonathan Kandinata, menyatakan bahwa kinerja positif ini menunjukkan ketahanan dan disiplin strategi pertumbuhan CDI Group, menegaskan kekuatan model bisnis berkelanjutan dan portofolio infrastruktur terdiversifikasi perusahaan.
Pada penutupan perdagangan 2 Januari 2026, harga saham CDIA naik 2,69% menjadi Rp1.715 per saham. Dengan dividen per saham Rp1,34, tingkat imbal hasil (dividend yield) CDIA berada di kisaran 0,08% berdasarkan harga saham pada 30 Desember 2025. Pembagian dividen interim ini mengindikasikan keyakinan manajemen terhadap prospek keuangan jangka pendek dan kapasitas likuiditas perusahaan, meskipun transaksi ini disebut tidak memiliki dampak material terhadap operasional, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan. Perluasan peran CDIA sebagai enabler infrastruktur utama, didukung pertumbuhan segmen logistik, menjadi fondasi bagi keberlanjutan strategi pembagian dividen di masa mendatang.