Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Rosan Beri Jawaban Konsorsium AS-Jerman Terkait Izin Investasi Semikonduktor

2025-12-03 | 05:53 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-02T22:53:16Z
Ruang Iklan

Rosan Beri Jawaban Konsorsium AS-Jerman Terkait Izin Investasi Semikonduktor

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani, telah menanggapi desakan konsorsium perusahaan Amerika Serikat dan Jerman terkait percepatan perizinan untuk investasi semikonduktor di Indonesia. Rosan menjamin bahwa proses perizinan investasi di Indonesia tidak akan sulit dan lama, terutama dengan adanya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 28 Tahun 2025 tentang Penyelenggaraan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko. "Kalau saya yakin perizinan di kita nggak ada yang lama apalagi susah. Apalagi tadi saya sampaikan dengan adanya PP 28, itu fiktif positif terintegrasi secara otomatis," ujar Rosan pada Selasa (2/12/2025).

Konsorsium perusahaan AS-Jerman, yang meliputi PT Quantum Luminous Indonesia (QLI), PT Terra Mineral Nusantara, serta Tynergy Group (melalui PT Energy Tech Indonesia dan PT Essence Global Indonesia), berencana membangun kawasan industri strategis senilai sekitar 26,73 miliar dolar AS atau setara Rp 444 triliun di Proyek Strategis Nasional (PSN) Wiraraja Green Renewable Energy and Smart-Eco Industrial Park, Pulau Galang, Kepulauan Riau. Proyek ini mencakup pembangunan pabrik semikonduktor, hilirisasi pasir silika, manufaktur kaca berteknologi tinggi, serta produksi solar cell dan wafer. Mereka menargetkan konstruksi dapat dimulai pada awal tahun 2026 setelah seluruh perizinan teknis dan administratif rampung.

Meskipun Rosan menegaskan kemudahan perizinan, ia juga menjelaskan bahwa perizinan berusaha untuk proyek di Batam menjadi kewenangan Badan Pengusahaan Batam (BP Batam). Hal ini karena Batam merupakan kawasan ekonomi khusus yang memiliki otoritas mandiri dalam pengurusan semua perizinan terkait wilayahnya. "Dan di Batam itu kan izinnya berdiri sendiri di Batam karena itu kawasan ekonomi khusus, jadi di Batam perizinannya, di Batam sendiri. Jadi mereka mengurusnya mesti di Batam, karena Batam diberikan otoritas sendiri untuk pengurusan semua perizinan yang menyangkut Batam," jelas Rosan.

Presiden Direktur PT Quantum Luminous Indonesia, Walter William Grieves, telah menyampaikan bahwa konsorsium telah melakukan serangkaian pertemuan dengan BP Batam terkait kesiapan lahan, utilitas, dan dukungan infrastruktur. Konsorsium juga telah mengirimkan surat permintaan percepatan investasi kepada Menteri Investasi dan Hilirisasi untuk kedua kalinya, serta telah menandatangani komitmen investasi pada acara Anugerah Investasi yang diselenggarakan oleh BP Batam.

Rencana investasi Tynergy Group di Indonesia bermula dari pertemuan pada KTT G20 Bali 2022, dilanjutkan dengan diskusi bersama Kementerian Perindustrian dan difasilitasi oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia di Washington D.C. saat Rosan Roeslani menjabat Duta Besar RI untuk AS. Komitmen tersebut diperkuat dengan penandatanganan nota kesepahaman pada Hannover Messe 2023 di Jerman, di mana Indonesia menjadi negara mitra, dan kemudian difinalisasi melalui penandatanganan perjanjian investasi pada 12 November 2023 yang disaksikan oleh Rosan Roeslani.

Konsorsium memperkirakan proyek ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga 8 persen pada tahun 2029, melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan nilai tambah mineral, dan penguatan ekosistem industri teknologi tinggi. Percepatan perizinan dianggap krusial untuk memastikan kepastian investasi, kesiapan rantai pasok, penyerapan tenaga kerja lokal, dan transfer teknologi melalui program vokasi dengan perusahaan induk di Jerman, yang diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia dalam rantai pasok global industri semikonduktor dan berteknologi tinggi. Presiden Joko Widodo juga telah menginstruksikan Rosan P. Roeslani untuk memprioritaskan dan mengejar realisasi investasi di bidang semikonduktor, mengingat potensi besar sektor ini sebagai penggerak ekonomi global.