:strip_icc()/kly-media-production/medias/4430073/original/042665900_1684234026-Hari_ini_IHSG_ditutup_melemah-ANGGA_1.jpg)
Saham PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) melonjak signifikan sebesar 8,95% pada penutupan perdagangan Senin, 1 Desember 2025, menempatkan harga saham di posisi Rp 8.525 per saham. Pergerakan harga saham CBDK pada hari ini berada di level tertinggi Rp 8.775 dan terendah Rp 7.900. Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 25.090 kali dengan volume 650.670 saham, dan nilai transaksi harian mencapai Rp 550,3 miliar. Kapitalisasi pasar perseroan kini mencapai Rp 48,33 triliun.
Kenaikan impresif ini terjadi di tengah arus dana asing yang masuk secara agresif. Investor global tercatat melakukan pembelian bersih (net buy) saham CBDK selama sembilan hari berturut-turut, dengan total dana asing masuk mencapai lebih dari Rp 325,82 miliar. Pada perdagangan 1 Desember saja, dana asing yang digelontorkan mencapai Rp 140,51 miliar, jauh melampaui rata-rata arus dana asing 10 dan 20 hari terakhir. Maybank Sekuritas (ZP) diidentifikasi sebagai pembeli terbesar, mengakumulasi saham senilai Rp 46,5 miliar. Arus masuk ini mengindikasikan kepercayaan investor global terhadap prospek emiten pengembang kawasan PIK 2 tersebut.
Volume perdagangan CBDK juga mencatatkan lonjakan luar biasa. Volume mencapai 38,5 juta lot, jauh melampaui rata-rata volume perdagangan harian yang biasanya hanya 15,09 juta lot. Kenaikan harga yang disertai lonjakan volume menandakan fase akumulasi besar, yang diperkirakan didominasi oleh institusi global. Orderbook saham CBDK menunjukkan dukungan konsisten dari sisi pembeli, dengan bid tebal di area Rp 8.250–Rp 8.375, sementara sisi offer di rentang Rp 8.400–Rp 8.500 terus terserap. Tidak terlihat tekanan jual yang signifikan meskipun harga sempat menyentuh level tertinggi Rp 8.775.
Secara fundamental, PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK), yang terafiliasi dengan Agung Sedayu Group, telah menunjukkan kinerja keuangan yang kuat. Perseroan mencatat laba bersih sebesar Rp 1,4 triliun hingga kuartal III 2025, tumbuh 74% secara tahunan. Kinerja positif ini didorong oleh momentum pasca-penawaran umum saham perdana (IPO) dan realisasi proyek-proyek strategis di kawasan ikonik PIK2. CBDK juga memperkuat portofolio aset strategisnya dengan pengembangan Nusantara International Convention and Exhibition (NICE) serta proyek Hotel Hilton Jakarta PIK2, yang berkontribusi pada peningkatan aset tetap dan properti investasi sebesar 142% secara tahunan. Total land bank CBDK saat ini mencapai 705 hektare, menjadi cadangan pengembangan jangka panjang yang signifikan untuk memperkuat posisinya sebagai pengembang utama kawasan PIK2. Sepanjang tahun 2025, harga saham CBDK telah melompat 67,98%.
Dari sisi teknikal, indikator seperti Relative Strength Index (RSI) di level 83, Stoch RSI di 100, dan Commodity Channel Index (CCI) di 330 menempatkan CBDK dalam kategori overbought ekstrem. Namun, indikator momentum seperti MACD, ROC, Bull/Bear Power, dan Ultimate Oscillator masih mengarah naik, dan ADX di level 45 menunjukkan tren yang kuat dan stabil.
Kenaikan saham CBDK ini juga kontras dengan kinerja saham induknya, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI) atau PIK2, yang pada perdagangan yang sama justru tertekan akibat aksi jual dan penundaan jadwal rights issue. Sektor properti secara keseluruhan pada hari ini mengalami koreksi sebesar 2,025%.