Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Pertamina Hulu Rokan Mengukuhkan Kedaulatan Energi Melalui Terobosan CEOR di Lapangan Minas

2025-12-29 | 06:32 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-28T23:32:16Z
Ruang Iklan

Pertamina Hulu Rokan Mengukuhkan Kedaulatan Energi Melalui Terobosan CEOR di Lapangan Minas

PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) secara resmi mengoperasikan proyek Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) tahap pertama di Lapangan Minas Area A, Zona Rokan, Riau, pada Selasa, 23 Desember 2025. Langkah strategis ini menargetkan tambahan produksi minyak harian signifikan dan memperkuat ketahanan energi nasional di tengah tantangan penurunan produksi dari lapangan-lapangan tua di Indonesia.

Lapangan Minas, yang telah beroperasi sejak tahun 1952, merupakan salah satu aset hulu migas paling vital dalam sejarah Indonesia. Meskipun telah memasuki kategori lapangan tua (mature field), Minas masih menyimpan cadangan minyak substansial di bawah permukaan, dengan estimasi awal cadangan minyak di tempat (Original Oil In Place/OOIP) hampir 9 miliar barel dan sekitar 4 miliar barel masih tersisa hingga saat ini. Pemanfaatan teknologi CEOR menjadi krusial untuk mengoptimalkan perolehan sisa minyak yang sulit diekstraksi dengan metode konvensional.

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto menegaskan bahwa keberlanjutan produksi lapangan Minas hanya dapat dijaga melalui inovasi dan penerapan teknologi yang tepat. Ia menyatakan optimismenya bahwa keberhasilan CEOR berpotensi menggandakan produksi Minas dari kisaran 28.000 barel minyak per hari (bopd) saat ini. PHR menargetkan peningkatan faktor perolehan (recovery factor) sebesar 12-16 persen dari OOIP, yang dapat membawa recovery factor Minas ke kisaran 72 persen dari angka 56 persen saat ini. Tambahan produksi dari CEOR Minas diharapkan mencapai 2.800 bopd mulai pertengahan 2026, dengan potensi penambahan cadangan minyak hingga 800 juta barel dari Blok Rokan. Proyeksi jangka panjang menunjukkan CEOR Minas dapat menyumbang sekitar 70.000 bopd pada tahun 2030 dan mencapai puncak produksi hingga 200.000 bopd pada tahun 2036.

Komisaris Utama PT Pertamina (Persero) Mochamad Iriawan memberikan apresiasi tinggi kepada para insinyur Pertamina atas keberhasilan mereka mengembangkan formula CEOR secara mandiri. Inovasi ini, yang menggunakan kombinasi injeksi Alkali, Surfaktan, dan Polimer (ASP), menjadikan PHR sebagai pelopor penerapan teknologi CEOR skala komersial di Indonesia. Surfaktan sebagai komponen utama merupakan hasil inovasi internal perwira Pertamina yang telah melalui serangkaian pengujian laboratorium dan lapangan, menjamin keandalan teknologi untuk skala komersial. Investasi awal untuk tahapan laboratorium hingga proyek percontohan CEOR Minas telah mencapai sekitar US$300 juta.

Penerapan CEOR ini selaras dengan target pemerintah untuk mencapai produksi minyak nasional sebesar 1 juta bopd pada tahun 2030. Plt Gubernur Riau SF Hariyanto menyatakan dukungan penuh pemerintah provinsi terhadap proyek ini, berharap peningkatan produksi migas akan berdampak positif pada Dana Bagi Hasil (DBH) Migas yang akan kembali kepada masyarakat Riau dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan layanan publik. Keberhasilan CEOR di Minas Area A juga akan menjadi model untuk pengembangan lebih lanjut di area lain di Wilayah Kerja Rokan, seperti Minas Area B, C, dan D, serta lapangan Balam South, Balam, Bangko, hingga Petani. Upaya ini menegaskan komitmen Indonesia untuk memaksimalkan potensi cadangan migas yang ada demi kemandirian energi nasional.