Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Mandiri Sekuritas Yakin IHSG Capai 9.000: Potensi Investasi Menjanjikan

2025-12-09 | 16:45 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-12-09T09:45:44Z
Ruang Iklan

Mandiri Sekuritas Yakin IHSG Capai 9.000: Potensi Investasi Menjanjikan

Mandiri Sekuritas menyatakan optimismenya terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperkirakan akan menembus level 9.000, bahkan menargetkan 9.050 pada akhir tahun 2025 untuk skenario dasar, dan mencapai 9.350 pada skenario bullish untuk tahun 2026. Pencapaian rekor baru ini diyakini hanya tinggal menunggu waktu.

Direktur Utama Mandiri Sekuritas, Oki Ramadhana, pada Selasa (9/12/2025) menyatakan bahwa IHSG telah menembus rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) sebanyak 22 kali dalam beberapa bulan terakhir, menunjukkan momentum penguatan yang kuat. Pada 8 Desember 2025, IHSG naik ke 8711 poin dan mencapai titik tertinggi sepanjang masa 8720.09 pada Desember 2025. Sementara pada 9 Desember 2025, IHSG ditutup pada level 8.657,18, setelah sempat menguat ke 8.749,26 pada awal perdagangan.

Optimisme ini didasari oleh beberapa faktor fundamental dan teknikal yang kuat. Deputy Head of Equity Research Mandiri Sekuritas, Kresna Hutabarat, menjelaskan bahwa penguatan likuiditas domestik dan penurunan signifikan imbal hasil obligasi pemerintah menjadi penopang utama kenaikan indeks. Penempatan likuiditas pemerintah dan otoritas moneter ke sistem perbankan sepanjang tahun mencapai sekitar Rp270 triliun, memperkuat kondisi permodalan perbankan dan meningkatkan likuiditas pasar keuangan.

Selain itu, valuasi saham-saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) saat ini masih tergolong menarik, dengan rata-rata pertumbuhan Earnings Per Share (EPS) emiten mencapai 12%. Mandiri Sekuritas memproyeksikan laba bersih emiten secara agregat akan tumbuh sekitar 14% pada 2026, berbalik positif dari prediksi minus 12% pada 2025. Perbandingan imbal hasil obligasi pemerintah 10 tahun di angka 6,3% dengan dividend yield saham yang hampir mencapai 6% juga menjadikan ekuitas lebih atraktif.

Minat investor ritel juga menjadi salah satu pendorong penting, di mana transaksi pada aplikasi Growin milik Mandiri Sekuritas sempat menyentuh angka Rp 2,6 triliun per hari. Oki Ramadhana menilai ini sebagai indikasi kuat bahwa target IHSG akan tercapai.

Dari sisi sektoral, Mandiri Sekuritas merekomendasikan sektor konsumer, perbankan, telekomunikasi, ritel, tembaga, dan emas sebagai pendorong utama kinerja IHSG. Perusahaan memberikan rating overweight untuk sektor-sektor ini, dengan fokus pada saham-saham unggulan di indeks IDX30 yang memiliki fundamental kuat.

Faktor pendukung lainnya termasuk efektivitas insentif fiskal pemerintah yang diharapkan meningkatkan kepercayaan investor, serta indikator ekonomi domestik frekuensi tinggi yang menunjukkan pemulihan. Peningkatan jumlah pekerja formal (BP Jamsostek) dan pertumbuhan penjualan ritel menjadi sinyal aktivitas ekonomi domestik yang menguat. Di samping itu, tingginya jumlah perusahaan yang melakukan aksi buyback saham, mencapai 93 emiten hingga Oktober 2025, juga menambah sentimen positif di pasar.

Meskipun terdapat potensi volatilitas rupiah, Mandiri Sekuritas mempertahankan rekomendasi overweight untuk pasar saham Indonesia, meyakini momentum penguatan akan terus berlanjut.