
Ekspor industri alat olahraga Indonesia mencapai nilai fantastis sebesar Rp 3,9 triliun atau setara dengan US$ 222,3 juta per September 2025. Angka ini menandai peningkatan signifikan sebesar 11% hingga 11,9% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, ketika ekspor tercatat sebesar US$ 198,7 juta. Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza menyampaikan data ini dalam gelaran Indonesia Sport Summit (ISS) 2025 pada Minggu, 7 Desember 2025.
Pencapaian ini menegaskan bahwa permintaan global terhadap produk olahraga buatan Indonesia terus tumbuh sepanjang tahun 2025. Kinerja positif ini didukung oleh posisi produk Indonesia yang semakin kuat di pasar global, dengan tujuan ekspor utama meliputi Amerika Serikat, Korea Selatan, Jepang, Belanda, dan Tiongkok. Amerika Serikat sendiri menyerap porsi terbesar, mencapai 47% dari total ekspor alat olahraga Indonesia, meskipun ada juga yang menyebutkan angka 36,1%.
Sebelumnya, industri ini sempat menghadapi tantangan akibat kebijakan bea masuk dari Amerika Serikat yang berdampak pada terhambatnya laju ekspor. Namun, kondisi kini mulai membaik, dan arus ekspor berangsur kembali normal, kendati Indonesia masih harus bersaing ketat dengan Vietnam dan Meksiko di pasar Amerika.
Kementerian Perindustrian melaporkan bahwa kinerja ekspor industri alat olahraga Indonesia menunjukkan tren stabil dan meningkat dalam lima tahun terakhir. Pada tahun 2024, sektor ini mencatat surplus perdagangan sebesar US$ 51,3 juta, dengan nilai ekspor mencapai US$ 275,3 juta. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 4,6% dibandingkan tahun 2023.
Struktur industri alat olahraga di Indonesia semakin matang dengan keberadaan 128 unit usaha yang menyerap lebih dari 15.600 tenaga kerja. Selain itu, terdapat 14 Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) alat olahraga yang tidak hanya memproduksi, tetapi juga melakukan pembinaan, peningkatan mutu, dan pengembangan teknologi produk. Pulau Jawa menjadi basis produksi utama, namun sentra-sentra ini juga tersebar di berbagai provinsi seperti Sumatera Utara, Riau, dan Bali.
Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian terus memperkuat ekosistem industri olahraga nasional. Salah satu strateginya adalah mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk-produk olahraga. Saat ini, 37 pelaku industri telah menghasilkan produk alat olahraga ber-TKDN dengan capaian antara 20% hingga lebih dari 65%. Selain itu, ada sembilan perusahaan dari Tiongkok yang tertarik untuk merelokasi pabriknya ke Indonesia, memanfaatkan momentum ketegangan dagang antara AS dan Tiongkok.
Di luar alat olahraga, subsektor industri apparel olahraga juga mencatatkan pertumbuhan positif. Nilai tambah industri pakaian jadi tumbuh 5,07% pada periode Januari–September 2025. Sementara itu, industri sepatu olahraga menjadi salah satu kontributor utama ekspor dengan nilai mencapai US$ 3,06 miliar pada Januari–Agustus 2025. Konsistensi kinerja ini menunjukkan bahwa industri olahraga memiliki fondasi yang kuat untuk terus diperluas dan menjadi kekuatan baru manufaktur nasional.