:strip_icc()/kly-media-production/medias/2216036/original/093247000_1526473912-20180516-IHSG-2.jpg)
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan Jumat, 5 Desember 2025, dibuka menguat dan berhasil mencetak rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) baru di level 8.658 pada pukul 09:01 WIB, naik 18,69 poin atau 0,22%. Aktivitas transaksi terpantau ramai dengan volume mencapai 2,26 miliar saham dan nilai transaksi Rp910 miliar pada awal sesi perdagangan. Mayoritas saham bergerak positif, di mana 274 saham menguat, 152 saham melemah, dan 220 saham tidak bergerak.
Penguatan IHSG pada sesi sebelumnya didorong oleh rebound saham-saham perbankan. Secara teknikal, IHSG memiliki potensi penguatan terbatas hari ini dengan level resistance terdekat di 8.655 dan support di 8.610, menurut analisis BRI Danareksa Sekuritas. Sementara itu, Phintraco Sekuritas memprediksi IHSG berpeluang menembus rekor tertinggi lagi dan menguji level resistance 8.650-8.670. MNC Sekuritas juga memperkirakan IHSG akan bergerak menguji area 8.567-8.586 dengan potensi kembali menguat menuju 8.709.
Beberapa sentimen positif turut mendukung pergerakan IHSG. Di antaranya adalah kondisi global yang mendukung akibat potensi pemotongan suku bunga oleh The Fed, serta ekspektasi rilis data cadangan devisa (foreign exchange reserves) November 2025 yang akan menjadi pendorong tambahan dari sisi domestik. Selain itu, penguatan bursa Wall Street dan kenaikan harga beberapa komoditas juga diprediksi menjadi sentimen positif. Investor juga mencermati revisi Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) yang diharapkan memperbarui fondasi pengaturan, pengawasan, dan tata kelola sektor keuangan Indonesia, termasuk penataan ulang kewenangan Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Mandat BI kini secara eksplisit juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
J.P. Morgan Indonesia dalam laporan "Indonesia Equity 2026 Outlook" memproyeksikan IHSG berpotensi menembus level 10.000 pada tahun 2026, didukung prospek ekonomi yang lebih kuat pasca transisi politik 2025, peningkatan belanja pemerintah, dan pelonggaran moneter oleh BI.
Meskipun sentimen positif mendominasi, Head of Retail Research BNI Sekuritas Fanny Suherman memprediksi IHSG berpotensi sideways hari ini, dengan kisaran 8.550-8.700. Investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp182 miliar di pasar reguler pada perdagangan Kamis, 4 Desember 2025, meskipun secara keseluruhan membukukan net buy Rp1,70 triliun. Saham-saham yang banyak dijual asing termasuk BBCA, BBRI, ANTM, FILM, dan BRMS.
Berikut adalah rangkuman rekomendasi saham dari beberapa sekuritas untuk perdagangan hari ini, 5 Desember 2025:
* BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan ASII, SSIA, dan HUMI.
* Phillip Sekuritas merekomendasikan ULTJ dan PPRE.
* MNC Sekuritas merekomendasikan DSNG (Buy on Weakness: 1.670-1.725, Target Price: 1.870, 1.965, Stoploss: below 1.610), ISAT (Spec Buy: 2.270-2.290, Target Price: 2.410, 2.520, Stoploss: below 2.240), RATU, dan SSIA.
* CGS International Sekuritas merekomendasikan EXCL, MAPI, ENRG, TINS, SSIA, dan MYOR.
* Phintraco Sekuritas merekomendasikan BBRI, SSIA, ULTJ, MYOR, dan ERAA.
* Mega Capital Sekuritas merekomendasikan BANK (Buy 980-985, TP 1000-1035, SL 920), SMDR (Buy 324-328, TP 336-342, SL 304), SSIA (Buy 1900-1905, TP 1930-1975, SL 1775), APEX (Buy 296-300, TP 306-316, SL 280), dan BSBK (Buy 88-89, TP 93-95, SL 83).
* Ajaib Sekuritas merekomendasikan MAPI, SSIA, dan IMPC.
Investor disarankan untuk tetap waspada terhadap potensi koreksi meskipun bias jangka pendek cenderung bullish, terutama jika IHSG melemah di bawah 8.575 yang dapat memicu koreksi menuju 8.500.