Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Debut Fantastis Saham AI China, Pendiri Perusahaan Langsung Jadi Miliarder

2026-01-11 | 22:47 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-11T15:47:50Z
Ruang Iklan

Debut Fantastis Saham AI China, Pendiri Perusahaan Langsung Jadi Miliarder

Saham Knowledge Atlas Technology, yang lebih dikenal sebagai Zhipu AI, melonjak di Bursa Efek Hong Kong pada 8 Januari 2026, mendorong ketua perusahaan Liu Debing ke jajaran miliarder global dan menggarisbawahi kegilaan investor terhadap kecerdasan buatan. Perusahaan perintis AI Tiongkok ini, yang memposisikan dirinya sebagai pesaing utama OpenAI, melihat sahamnya melonjak sebanyak 16 persen di hari debutnya menjadi HK$135 setelah dibuka pada HK$120 per saham dari harga penawaran awal HK$116,2. Debut yang dinanti-nantikan ini memicu kapitalisasi pasar lebih dari HK$57 miliar untuk Zhipu AI, yang merupakan perusahaan Tiongkok pertama yang secara publik berfokus pada model dasar kecerdasan buatan umum (AGI).

Pencatatan saham yang kuat ini secara signifikan meningkatkan kekayaan pendiri, dengan Liu Debing mengakumulasi kekayaan sekitar 2,1 miliar dolar Amerika Serikat berdasarkan kepemilikannya di perusahaan tersebut. Lonjakan ini juga menegaskan daya tarik pasar modal Hong Kong sebagai tujuan pencatatan saham bagi perusahaan teknologi Tiongkok yang inovatif, meskipun ada ketidakpastian geopolitik dan kontrol ekspor teknologi yang diberlakukan oleh Amerika Serikat.

Zhipu AI, yang didirikan pada tahun 2019 oleh para peneliti dari Universitas Tsinghua yang bergengsi, telah dikenal luas melalui pengembangan model bahasa besar (LLM) keluarga GLM-nya. Perusahaan ini telah mendapatkan pengakuan internasional, dengan OpenAI secara eksplisit menyebut Zhipu sebagai pesaing yang berkembang pesat dalam laporannya pada tahun 2025 tentang kemajuan Tiongkok di garis depan AI. IPO ini berhasil mengumpulkan lebih dari HK$4,3 miliar, atau sekitar 558 juta dolar Amerika Serikat, dengan permintaan investor yang luar biasa; penawaran publik Hong Kong kelebihan permintaan 1.159 kali, sementara penawaran internasional kelebihan permintaan 15,28 kali.

Lonjakan saham Zhipu AI mencerminkan antusiasme pasar yang lebih luas terhadap sektor kecerdasan buatan, khususnya di Tiongkok, di mana upaya domestik untuk mencapai kemandirian teknologi didorong oleh dorongan strategis Beijing. Chairman Liu Debing menyatakan dalam wawancara dengan Bloomberg TV bahwa "Persaingan ketat di pasar Tiongkok telah menekan harga. Seiring kami berekspansi secara global, pengguna internasional akan mengakui nilai ini." Strategi perusahaan mencakup penawaran layanan AI yang terjangkau, seperti alat pengkodean AI-nya yang seharga 20 yuan (kurang dari $3) per bulan, sekitar seper tujuh harga Claude dari Anthropic.

Meskipun menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan, Zhipu AI melaporkan kerugian bersih sebesar 2,36 miliar yuan ($330 juta) pada paruh pertama tahun 2025, dengan pengeluaran riset dan pengembangan mencapai 1,59 miliar yuan ($228 juta). Liu Debing menyebut profitabilitas bukan prioritas utama saat ini, melainkan fokus pada kemajuan AGI. Perusahaan ini berencana mengalokasikan sekitar 70 persen dari hasil IPO untuk riset dan pengembangan model AI umum, yang menggarisbawahi komitmennya pada inovasi teknologi.

Debut Zhipu AI datang di tengah gelombang IPO teknologi Tiongkok lainnya yang sukses di Hong Kong minggu ini. Alibaba-backed MiniMax Group Inc. juga melonjak lebih dari 60 persen pada debutnya di Hong Kong pada 9 Januari, dengan CEO Yan Junjie menjadi miliarder dengan perkiraan kekayaan bersih 2,4 miliar dolar Amerika Serikat. Perusahaan semikonduktor Shanghai Iluvatar CoreX dan perusahaan robotika bedah Shenzhen Edge Medical Co Ltd juga mengalami peningkatan substansial. Fenomena ini menandakan kembalinya kepercayaan pasar di Hong Kong dan minat yang kuat pada sektor teknologi, terutama AI dan cip, seiring upaya Beijing untuk mengembangkan alternatif domestik untuk teknologi Amerika Serikat yang canggih. Analis pasar memperkirakan lebih banyak IPO terkait AI dari Tiongkok akan menyusul, termasuk unit cip AI Baidu Kunlunxin dan unit server AI Huawei xFusion yang sedang mempersiapkan pencatatan saham.