Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

KRL Surabaya Perluas Jangkauan: Probolinggo Siap Disambangi

2026-01-17 | 08:45 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-17T01:45:13Z
Ruang Iklan

KRL Surabaya Perluas Jangkauan: Probolinggo Siap Disambangi

Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Perhubungan dan PT Kereta Commuter Indonesia (KAI Commuter), mempercepat rencana perpanjangan layanan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Surabaya–Pasuruan (Supas) hingga Stasiun Probolinggo. Inisiatif ini ditargetkan mulai beroperasi sebelum Lebaran 2026, dengan harapan meningkatkan konektivitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi regional di Jawa Timur.

Perpanjangan rute ini akan menambah jarak tempuh layanan Commuter Line Supas dari 63 kilometer menjadi 101 kilometer, menghubungkan Surabaya, Pasuruan, dan Probolinggo. Rencana strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan jangkauan layanan KA Lokal PSO (Public Service Obligation) yang saat ini berakhir di Stasiun Pasuruan.

Wali Kota Probolinggo, Aminuddin, menegaskan bahwa hadirnya layanan ini akan memberikan manfaat besar bagi mobilitas ribuan masyarakat yang melakukan perjalanan komuter antarwilayah dari Kota Probolinggo menuju Surabaya setiap hari, baik untuk bekerja maupun rekreasi. Mobilitas masyarakat diprediksi menjadi lebih mudah, cepat, dan aman, yang pada gilirannya akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal, termasuk sektor pariwisata.

Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, Allan Tandiono, telah menyatakan dukungan penuh terhadap usulan perpanjangan rute ini, namun menekankan pentingnya menelaah seluruh dokumen dan potensi yang ada, termasuk kesiapan sarana dan prasarana di Stasiun Probolinggo. Saat ini, Stasiun Probolinggo memiliki empat jalur pelayanan dan dua jalur stabling, dengan rencana perbaikan fasilitas penunjang seperti perluasan ruang tunggu dan penambahan kanopi area peron untuk mengantisipasi peningkatan jumlah penumpang.

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Kereta Api DJKA, Arif Anwar, menjelaskan bahwa perpanjangan rute sejauh 38,6 kilometer dari Pasuruan ke Probolinggo didasari tingginya okupansi penumpang. Data menunjukkan bahwa pada Januari hingga November 2025, tercatat 15.722 penumpang naik dan turun di Stasiun Probolinggo dari berbagai layanan kereta api. Survei yang dilakukan KAI Commuter juga menunjukkan tingkat keinginan masyarakat Probolinggo untuk menggunakan layanan Commuter Line mencapai 100%, dengan potensi akuisisi pengguna baru di Stasiun Probolinggo diprediksi mencapai 304 orang per hari. Stasiun ini dinilai strategis karena lokasinya di pusat kota, dekat dengan kawasan industri, perkantoran, sekolah, dan destinasi wisata.

KAI Commuter sedang melakukan pembahasan intensif dengan pihak-pihak terkait mengenai rencana ini. DJKA juga akan memastikan tarif layanan ini tetap terjangkau oleh masyarakat dengan mengalokasikan subsidi PSO (Public Service Obligation) pada jalur tambahan ini. Di samping itu, Kemenhub berencana mengoperasikan Commuter Line ini dua kali sehari, dengan jadwal keberangkatan dini hari dari Surabaya dan keberangkatan malam dari Surabaya.

Selain perpanjangan KRL, Pemerintah Kota Probolinggo bersama PT KAI Daop 9 Jember juga tengah mengkaji reaktivasi jalur kereta api sepanjang 1,6 kilometer yang menghubungkan Stasiun Kota Probolinggo dengan Pelabuhan Probolinggo. Jalur ini, yang terakhir aktif pada tahun 2003, diharapkan dapat mendukung sektor perekonomian daerah, terutama dengan rencana pembukaan Pelabuhan Probolinggo sebagai pusat kegiatan ekspor-impor. Inisiatif ini muncul setelah Focus Group Discussion (FGD) pada Juni 2025 yang membahas optimalisasi aset KAI.