
Wakil Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga, Achmad Muchtasyar, secara langsung meninjau kesiapan Integrated Terminal (IT) Bitung, Sulawesi Utara, pada Selasa, 23 Desember 2025, untuk memastikan kelancaran distribusi bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) serta integritas sistem informasi teknologi di tengah proyeksi lonjakan permintaan selama periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko pasokan energi di salah satu pintu gerbang distribusi vital yang mencakup separuh wilayah Sulawesi.
Peninjauan Muchtasyar menegaskan kembali fokus Pertamina Patra Niaga pada optimalisasi stok dan keandalan aset jelang Nataru. Muchtasyar menyatakan optimisme bahwa stok BBM yang dioptimalkan dapat memenuhi kenaikan konsumsi dan integritas aset dalam kondisi baik. “Harapannya IT Bitung ini bisa tetap dapat diandalkan sampai Nataru selesai dan seterusnya,” ujar Muchtasyar di IT Bitung. Ia menekankan posisi strategis Sulawesi Utara sebagai pusat perayaan Natal dan destinasi wisata bahari yang menarik banyak wisatawan domestik maupun mancanegara, yang secara langsung berdampak pada peningkatan mobilitas dan kebutuhan energi. Pertamina Patra Niaga mencatat peningkatan konsumsi produk gasoline sekitar 5-10% dan gas & oil sekitar 6% di Sulawesi Utara selama periode Satuan Tugas Nataru. Untuk mengantisipasi ini, ketahanan stok gasoline telah ditingkatkan hingga di atas 10 hari dari kondisi normal, dan stok LPG juga ditingkatkan.
Latar belakang fokus pada kesiapan IT di Bitung tidak terlepas dari peran krusial digitalisasi dalam rantai pasok energi. Pertamina telah mengimplementasikan program digitalisasi SPBU secara bertahap sejak 2018, dengan target mencakup Automatic Tank Gauge (ATG) untuk akurasi pencatatan dan Electronic Data Capture (EDC) untuk pembayaran non-tunai. Di Sulawesi sendiri, pada tahun 2020, Pertamina menargetkan 414 SPBU menerapkan sistem digital, termasuk 63 SPBU di Sulawesi Utara. Sistem digital ini memungkinkan pemantauan stok BBM secara near real-time, meningkatkan akurasi penyaluran, dan mendukung pengawasan. Kesiapan IT di IT Bitung, sebagai salah satu dari tiga depot utama di Sulawesi yang berfungsi sebagai pusat backloading, menjadi fundamental untuk memastikan data akurat mengenai ketersediaan dan pergerakan stok, yang vital dalam pengambilan keputusan logistik yang cepat dan tepat.
Implikasi jangka panjang dari penguatan infrastruktur dan sistem IT Pertamina di Bitung melampaui kelancaran distribusi Nataru semata. Rantai pasok energi di Sulawesi dikenal kompleks dan menantang karena kondisi geografis yang luas dan cuaca laut yang kerap memengaruhi distribusi. Dengan sistem IT yang andal, Pertamina Patra Niaga dapat mengelola 17 depot BBM di Sulawesi secara lebih terintegrasi, memitigasi risiko kelangkaan, dan memperkuat ketahanan energi regional. Upaya koordinasi dengan TNI dan Polri, serta penyiagaan satuan tugas khusus dan kapal Pertamina International Shipment (PIS), menunjukkan pendekatan multi-aspek yang mengintegrasikan keamanan fisik dan operasional dengan kapabilitas digital. Ini adalah bagian dari komitmen perusahaan untuk menjaga keandalan pasokan energi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, seperti yang disampaikan oleh Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Regional Sulawesi, Deny Sukendar, dalam Management Walkthrough (MWT) terpisah di Bitung beberapa hari sebelumnya. Dengan memastikan seluruh fasilitas dan sistem siap beroperasi optimal, Pertamina bertujuan untuk menjamin distribusi yang aman, lancar, dan berkelanjutan.