Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Seksi 2 Tol Serang-Panimbang 2026: Jembatan Emas Perekonomian Banten

2025-11-24 | 19:24 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-24T12:24:15Z
Ruang Iklan

Seksi 2 Tol Serang-Panimbang 2026: Jembatan Emas Perekonomian Banten

Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles sepanjang 24,17 kilometer ditargetkan untuk segera beroperasi penuh pada Oktober 2026, menandai langkah signifikan dalam upaya mendorong pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten. Pembangunan infrastruktur strategis nasional ini dipercaya akan menjadi katalisator penting bagi peningkatan investasi, pariwisata, dan konektivitas di wilayah Banten Tengah dan Selatan.

PT Wijaya Karya Serang Panimbang (WSP) selaku Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengelola ruas ini, menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan proyek ini sesuai jadwal. Progres konstruksi Seksi 2 Rangkasbitung-Cileles telah mencapai sekitar 95% per November 2025, dengan pembebasan lahan yang juga menunjukkan kemajuan signifikan. Meskipun ada beberapa bidang lahan yang masih dalam tahap penyelesaian, khususnya di Simpang Cikulur-Cileles, target pembebasan lahan diharapkan tuntas pada Desember 2025 atau selambat-lambatnya Januari 2026.

Jalan Tol Serang-Panimbang secara keseluruhan memiliki panjang 83,67 kilometer dan terbagi menjadi tiga seksi. Seksi 1 Serang-Rangkasbitung sepanjang 26,5 kilometer telah beroperasi sejak Desember 2021, memperlancar arus lalu lintas dari dan menuju ibu kota provinsi. Dengan hadirnya Seksi 2, mobilitas dari wilayah Serang menuju Lebak akan semakin mudah, membuka akses ke berbagai potensi ekonomi di daerah tersebut. Jalan tol ini dirancang bukan hanya sebagai sarana transportasi cepat, tetapi juga sebagai motor penggerak pembangunan dan pemerataan ekonomi regional.

Dampak ekonomi dari beroperasinya ruas tol ini diperkirakan sangat besar bagi Banten. Analisis menunjukkan bahwa jalan tol ini berpotensi meningkatkan output perekonomian Banten sebesar Rp 1,92 triliun dan PDRB sebesar Rp 0,88 triliun per tahun, serta menciptakan sekitar 4.513 lapangan kerja. Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang Panimbang, Iwan Juliansyah, menyatakan bahwa beroperasinya ruas Rangkasbitung-Cileles pada Oktober 2026 akan menjadi "game changer" yang akan memangkas waktu tempuh dari Jakarta menuju Banten Selatan menjadi hanya 1 hingga 2 jam, jauh lebih efisien dari sebelumnya yang memakan waktu 3-4 jam.

Peningkatan aksesibilitas ini sangat krusial untuk membuka isolasi ekonomi wilayah selatan Banten, mendorong investasi baru, dan memajukan sektor pariwisata. Jalan tol ini akan menjadi jalur vital penghubung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Tanjung Lesung, Taman Nasional Ujung Kulon, dan destinasi wisata pantai lainnya seperti Pantai Sumur, yang selama ini sulit dijangkau. Selain itu, konektivitas yang terintegrasi dengan Jalan Tol Trans Jawa melalui ruas Tangerang-Merak juga akan memperlancar arus logistik dan distribusi barang, meningkatkan daya saing daerah, serta mendukung pengembangan kawasan industri di Banten.

Pembangunan Seksi 2 dan Seksi 1 menggunakan skema Kerja Sama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU), sementara Seksi 3 Cileles-Panimbang (33 kilometer) dibangun oleh pemerintah melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Banten, dengan pendanaan dari pinjaman dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meskipun target penyelesaian penuh seluruh ruas tol ini secara bertahap hingga tahun 2027, fokus saat ini adalah pengoperasian Seksi 2 pada tahun 2026 untuk segera memberikan manfaat ekonomi kepada masyarakat Banten. Pemerintah Provinsi Banten dan pemerintah daerah terkait berkomitmen penuh memberikan dukungan untuk menciptakan kawasan ekonomi baru di sekitar akses jalan tol ini.