Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Saham Palantir Terpuruk Rekor 2 Tahun Akibat Guncangan Sentimen AI

2025-11-29 | 19:33 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-29T12:33:59Z
Ruang Iklan

Saham Palantir Terpuruk Rekor 2 Tahun Akibat Guncangan Sentimen AI

Saham Palantir Technologies (PLTR) mengalami penurunan tajam pada November 2025, mencatatkan kinerja bulanan terburuknya dalam dua tahun terakhir, yakni sejak Agustus 2023. Saham perusahaan analitik data tersebut anjlok sebesar 16% selama empat minggu terakhir di bulan November. Penurunan ini terjadi meskipun Palantir melaporkan hasil kuartalan ketiga yang kuat, melampaui perkiraan pendapatan dan laba, serta mencatat pendapatan di atas $1 miliar untuk kuartal kedua berturut-turut.

Kinerja buruk ini terutama disebabkan oleh sentimen investor seputar valuasi saham-saham terkait kecerdasan buatan (AI) yang tinggi. Banyak investor mulai menjauhi saham-saham AI karena kekhawatiran akan valuasi yang terlalu tinggi dan potensi terbentuknya gelembung pasar. Sebelum penurunan, Palantir diperdagangkan dengan valuasi sekitar 90 kali perkiraan pendapatan ke depan dan 25 kali perkiraan penjualan ke depan. Bahkan setelah penurunan di bulan November, saham tersebut masih diperdagangkan mendekati 700 kali estimasi pendapatan masa depan. Analis dari Jefferies Financial Group dan Deutsche Bank menyebut valuasi Palantir "ekstrem" dan "sangat sulit untuk dipahami".

Selain itu, posisi short besar-besaran yang diungkapkan oleh investor terkenal Michael Burry, yang dikenal dari "The Big Short," menambah tekanan pada saham Palantir. Burry bertaruh bahwa harga saham PLTR akan menurun, dan ia juga memberikan peringatan samar kepada investor ritel tentang euforia pasar yang berlebihan. CEO Palantir, Alex Karp, secara terbuka menanggapi Burry, menuduhnya melakukan manipulasi pasar. Penjualan 585.000 saham oleh CEO Alex Karp senilai hampir $95 juta di bawah rencana 10b5-1 juga turut memberikan tekanan jual.

Pada 4 November, saham Palantir meluncur lebih dari 4% dalam perdagangan setelah jam kerja dan turun 9,2% pada pembukaan pasar, meskipun perusahaan tersebut mengalahkan estimasi analis untuk penjualan kuartal ketiga dan menaikkan prospek tahunannya. Penurunan tajam ini menunjukkan bahwa kenaikan harga saham Palantir sebelumnya, yang mencapai puncaknya hingga 20% dalam sebulan menjelang laporan pendapatan, telah memicu reaksi "jual saat berita" dari para trader yang mengambil keuntungan.

Meskipun terjadi penjualan besar-besaran, Palantir terus mengamankan kontrak baru dengan perusahaan seperti PwC dan FTAI untuk meningkatkan adopsi AI, dan bootcamp AIP-nya menunjukkan daya tarik komersial baru. Namun, kemenangan-kemenangan ini belum meredakan kekhawatiran yang sedang berlangsung tentang valuasi perusahaan dan potensi gelembung pasar AI secara keseluruhan.

Saat ini, saham Palantir diperdagangkan sekitar $168,45 per saham. Analis Wall Street memiliki konsensus peringkat "Tahan" untuk saham PLTR, dengan tiga rekomendasi Beli, sebelas Tahan, dan dua Jual dalam tiga bulan terakhir. Target harga rata-rata untuk PLTR adalah sekitar $187,87, menunjukkan potensi kenaikan sebesar 11,36% dari level saat ini. Namun, volatilitas kemungkinan akan terus berlanjut karena pasar mengevaluasi kembali harga saham AI dengan kelipatan tinggi.