
PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI), sub-holding PT PLN di bidang penyediaan energi primer, telah menandatangani Heads of Agreement (HoA) perjanjian jual beli gas dengan raksasa energi Uni Emirat Arab (UEA), Mubadala Energy. Kesepakatan penting ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi dari lapangan gas Laut Andaman, khususnya Lapangan Tangkulo di Blok South Andaman, guna memperkuat ketahanan energi dan mendukung transisi energi di Indonesia.
Penandatanganan HoA ini berlangsung pada Jumat, 28 November 2025, dan disaksikan oleh Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas), Djoko Siswanto. Perjanjian ini merupakan komitmen awal untuk memasok gas bagi kebutuhan kelistrikan di Indonesia, dengan prioritas utama untuk wilayah Sumatra Utara dan Aceh.
Lapangan gas Tangkulo, yang berlokasi sekitar 65 kilometer dari lepas pantai utara Pulau Sumatra, diperkirakan memiliki cadangan gas lebih dari 2 Trillion Cubic Feet (TCF). Beberapa laporan juga menyebutkan bahwa cadangan gas di seluruh Blok Andaman, termasuk penemuan di Layaran dan Tangkulo, mencapai lebih dari 8 TCF, bahkan hingga hampir 11 TCF, menjadikannya penemuan gas terbesar di Indonesia dalam dekade terakhir dan salah satu yang terbesar di Asia Tenggara.
Menurut Presiden Direktur Mubadala Energy Indonesia, Abdulla Bu Ali, kesepakatan ini mencerminkan komitmen perusahaan terhadap masa depan energi Indonesia. Ia menyatakan bahwa kolaborasi ini bertujuan untuk menghadirkan solusi energi yang andal dan berkelanjutan, memenuhi kebutuhan domestik, serta memperkuat keamanan energi nasional. Abdulla Bu Ali juga menambahkan bahwa HoA ini merupakan langkah penting dalam rencana pengembangan proyek gas Tangkulo di Blok South Andaman.
Direktur Utama PLN EPI, Rakhmad Dewanto, menyambut baik kerja sama ini, menekankan bahwa kolaborasi tersebut akan memperkuat portofolio pasokan gas nasional dan mendukung agenda transisi energi Indonesia. Gas dari Blok Andaman diharapkan menjadi salah satu sumber utama untuk pembangkit listrik berbasis energi bersih, sejalan dengan strategi pemerintah untuk meningkatkan keamanan energi dan mengoptimalkan sumber daya domestik.
Sektor energi, khususnya kelistrikan di Indonesia, diproyeksikan tumbuh rata-rata 5,3 persen per tahun hingga 2034. Pertumbuhan ini mendorong kebutuhan akan pengembangan infrastruktur dan diversifikasi sumber pasokan guna memastikan ketahanan energi jangka panjang. SKK Migas berkomitmen untuk mempercepat penyelesaian Plan of Development (POD) Lapangan Tangkulo dalam waktu kurang dari satu bulan setelah pengajuan dari Mubadala Energy. Percepatan ini diharapkan dapat berkontribusi pada pencapaian target Reserve Replacement Ratio (RRR) tahun 2025 yang lebih dari 100 persen. Harga gas yang disepakati dalam HoA ini adalah US$9 per MMBTU.