Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

IHSG Melesat, Membidik Level Psikologis 5.000

2025-11-28 | 07:47 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2025-11-28T00:47:32Z
Ruang Iklan

IHSG Melesat, Membidik Level Psikologis 5.000

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia pada pembukaan perdagangan Kamis, 27 November 2025, menunjukkan penguatan signifikan, bahkan sempat menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high/ATH) di level 8.622,26. Namun, laju penguatan tersebut tidak bertahan lama seiring sesi perdagangan berlanjut. Indeks berbalik arah ke zona merah dan ditutup melemah 0,65 persen atau terpangkas 56,27 poin ke posisi 8.545,86.

Pelemahan IHSG terjadi di tengah mayoritas sektor saham yang menunjukkan koreksi dan aktivitas transaksi harian yang mencapai Rp27,7 triliun. Tercatat sebanyak 382 saham melemah, sementara 283 saham menguat, dan 144 saham stagnan. Indeks LQ45, yang berisi 45 saham unggulan, juga turut menurun sebesar 1,47 persen ke level 852,02.

Menurut analisis dari Associate Director Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nicodemus, koreksi IHSG ini dianggap wajar mengingat adanya aksi ambil untung (profit taking) setelah indeks mencapai rekor baru. Sentimen pasar juga cenderung "wait and see" menjelang rilis data ekonomi domestik penting pada pekan depan, termasuk PMI Manufaktur, inflasi, serta neraca perdagangan periode Oktober 2025. Aktivitas perdagangan juga terpantau sepi akibat libur Thanksgiving di Amerika Serikat.

Sektor finansial dan teknologi disebut-sebut menjadi pemicu pelemahan IHSG, meskipun ada juga beberapa sektor yang menunjukkan penguatan. Sektor properti menjadi penopang utama dengan kenaikan 1,88 persen, diikuti oleh sektor transportasi dan logistik, serta sektor industri. Di sisi lain, sektor barang konsumen nonsiklikal mencatat koreksi terbesar, turun 0,74 persen, diikuti oleh sektor kesehatan yang merosot 0,52 persen.

Dari bursa kawasan Asia, mayoritas indeks didominasi penguatan. Hal ini terdorong oleh rencana baru Tiongkok untuk meningkatkan konsumsi, termasuk dukungan bagi barang konsumsi pedesaan serta sektor-sektor seperti hewan peliharaan dan mainan. Namun, data laba industri Tiongkok pada Oktober 2025 menunjukkan penurunan untuk pertama kalinya dalam tiga bulan, merefleksikan permintaan domestik yang lemah dan tantangan ekspor.

Untuk perdagangan Jumat, 28 November 2025, IHSG diperkirakan berpotensi mengalami rebound terbatas setelah pelemahan kemarin. Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menilai indeks berpotensi bergerak sideways hingga muncul katalis baru. Sementara itu, Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta memproyeksikan IHSG akan berada pada area penguatan di level 8.660, dengan support di 8.491-8.530 dan resistance di 8.616-8.670. Investor disarankan untuk tetap selektif sembari mencermati perkembangan pasar global pasca-libur di AS.