Notification

×

Iklan

Iklan

Tagar Terpopuler

Standard Chartered Perkuat Pasar Kripto dengan Layanan Prime Brokerage Terbaru

2026-01-14 | 03:47 WIB | 0 Dibaca Last Updated 2026-01-13T20:47:56Z
Ruang Iklan

Standard Chartered Perkuat Pasar Kripto dengan Layanan Prime Brokerage Terbaru

Bank multinasional Standard Chartered tengah dalam tahap awal pembahasan untuk meluncurkan layanan pialang utama (prime brokerage) kripto yang ditujukan bagi klien institusional, sebuah langkah yang akan menempatkan bank tersebut sebagai penyedia layanan komprehensif di pasar aset digital yang berkembang pesat. Inisiatif ini dilaporkan akan berada di bawah payung SC Ventures, unit inovasi dan modal ventura bank, dengan tujuan untuk menyediakan layanan mulai dari kustodian, pembiayaan, hingga akses pasar.

Rencana Standard Chartered untuk mendirikan pialang utama kripto ini menjadi titik evolusi signifikan dalam strategi aset digitalnya, menyusul peluncuran layanan perdagangan aset digital terintegrasi pada Juli 2025 yang memungkinkan klien institusional melakukan perdagangan spot Bitcoin (XBT/USD) dan Ether (XET/USD) melalui cabang di Inggris. Perusahaan tersebut telah mengklaim diri sebagai bank penting sistemik global pertama yang menawarkan perdagangan aset kripto spot yang dapat diserahkan (deliverable spot cryptoasset trading) bagi klien institusional. Langkah ini juga dibangun di atas investasi bank sebelumnya pada entitas seperti Zodia Custody dan Zodia Markets, yang menyediakan layanan kustodian dan perdagangan institusional yang diatur.

Pembentukan pialang utama kripto melalui SC Ventures dipandang sebagai strategi untuk menavigasi persyaratan modal yang ketat. Berdasarkan standar Basel III yang berlaku sejak 2022, bank menghadapi bobot risiko 1.250% untuk paparan tertentu terhadap aset kripto "tanpa izin" seperti Bitcoin dan Ether. Dengan menempatkan bisnis ini di bawah SC Ventures, Standard Chartered dapat mengurangi eksposur pada neraca utama, sehingga memberikan fleksibilitas yang lebih besar dan menghindari beban modal yang tinggi. Hal ini kontras dengan beban risiko 400% untuk beberapa eksposur ekuitas spekulatif yang tidak terdaftar, menunjukkan insentif yang jelas untuk struktur operasional yang berbeda.

Layanan pialang utama dalam pasar keuangan tradisional berfungsi sebagai "one-stop shop" bagi investor besar seperti hedge fund, menyediakan fasilitas untuk meminjam aset, melakukan perdagangan secara efisien, mengelola risiko, dan menyelesaikan transaksi. Di ranah kripto, kebutuhan serupa muncul, meskipun dengan risiko yang berbeda, termasuk volatilitas aset yang tinggi, pasar yang beroperasi 24/7, dan tantangan kustodian yang melibatkan pengamanan kunci pribadi. Standard Chartered mengakui permintaan yang meningkat dari institusi yang mencari eksposur kripto tanpa bergantung pada platform yang memiliki regulasi longgar. Banyak dana pensiun dan manajer aset tunduk pada aturan ketat mengenai tempat mereka dapat berdagang dan siapa yang dapat menyimpan aset mereka, menjadikan layanan yang didukung bank sebagai solusi yang menawarkan kontrol yang familiar, pengawasan yang jelas, dan manajemen risiko yang terpercaya.

Bill Winters, Group Chief Executive Standard Chartered, sebelumnya menyatakan bahwa aset digital merupakan elemen fundamental dari evolusi dalam layanan keuangan, yang penting untuk memungkinkan jalur inovasi baru, inklusi yang lebih besar, dan pertumbuhan di seluruh industri. Tony Hall, Global Head of Trading and XVA, Markets di Standard Chartered, menambahkan bahwa bank menerapkan keahlian global, infrastruktur, dan kerangka kerja manajemen risiko yang dipercaya klien ke ruang aset digital.

Langkah Standard Chartered ini mencerminkan tren yang lebih luas di antara institusi keuangan tradisional untuk memperdalam keterlibatan mereka dengan aset digital. JPMorgan Chase dilaporkan juga mempertimbangkan penawaran perdagangan kripto untuk klien profesional, sementara Morgan Stanley telah mengajukan rencana untuk memperkenalkan exchange-traded funds (ETF) yang terkait dengan Bitcoin dan Solana. ETF spot kripto di Amerika Serikat, misalnya, telah mengumpulkan sekitar 140 miliar dolar AS dalam aset sejak disetujui dua tahun lalu, yang mempercepat masuknya investor tradisional ke pasar dan mendorong permintaan untuk layanan seperti pembiayaan, kustodian, dan pinjaman sekuritas.

Meskipun Standard Chartered menunjukkan ambisi yang kuat di ruang aset digital, bank tersebut juga telah merevisi prospek harga Ether jangka menengahnya. Standard Chartered menurunkan perkiraan harga Ether menjadi 7.500 dolar AS untuk akhir tahun 2026, turun dari proyeksi sebelumnya 12.000 dolar AS, dan mengurangi perkiraan akhir tahun 2028 dari 25.000 dolar AS menjadi 22.000 dolar AS. Geoff Kendrick, global head of digital assets research di Standard Chartered, mengaitkan revisi ini dengan kinerja Bitcoin yang lebih lemah dari perkiraan, yang memengaruhi prospek semua aset digital terhadap dolar AS mengingat dominasi Bitcoin yang berkelanjutan di sektor tersebut. Namun, bank masih memproyeksikan Ether akan melampaui 40.000 dolar AS pada tahun 2030, meningkatkan perkiraan jangka panjangnya dari target sebelumnya 30.000 dolar AS.