:strip_icc()/kly-media-production/medias/4983417/original/043664500_1730112269-fotor-ai-20241028174231.jpg)
Bitcoin memulai tahun 2026 dengan pergerakan harga yang terkoreksi, menempatkan aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini di zona merah pada hari pertama tahun baru. Terkini, harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar USD 87.605 per koin, mengalami penurunan sebesar 0,78 persen dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini terjadi di tengah sentimen pasar yang masih hati-hati dan dibayangi oleh ketidakpastian makroekonomi global, meskipun sebelumnya Bitcoin sempat mencapai level yang dianggap sebagai puncak historis.
Awal tahun 2026 menandai periode tekanan bagi sebagian besar kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar. Laporan dari Grayscale menyoroti kinerja pasar kripto pada kuartal keempat 2025 sebagai fase stagnasi, dengan imbal hasil yang cenderung negatif, sangat kontras dengan keuntungan yang tercatat pada kuartal ketiga 2025. Indeks Ketakutan & Ketamakan pasar kripto terpantau berada di level 24, menunjukkan bahwa investor masih mempertahankan sikap kehati-hatian. Kondisi ini diperparah oleh likuiditas yang rendah dan sentimen investor yang terpecah, memberikan dampak negatif signifikan terhadap pergerakan altcoin.
Faktor makroekonomi global menjadi penentu utama arah pasar kripto memasuki Januari 2026. Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur, menyatakan bahwa Bitcoin berada di area dukungan struktural krusial, yaitu di atas USD 80.000, yang secara historis menjadi zona stabilisasi harga. Namun, ia menambahkan bahwa tekanan dari sisi likuiditas dan sentimen global masih jelas terlihat. Pergerakan harga Bitcoin, yang di pasar global berada di area USD 87.700–88.000 dan turun sekitar 0,9 persen dari penutupan sebelumnya, menunjukkan bahwa penguatan tipis di pasar lokal lebih dipengaruhi oleh nilai tukar dan likuiditas domestik ketimbang sentimen global yang benar-benar positif.
Ketidakpastian regulasi juga memainkan peran penting. Pemungutan suara untuk Undang-Undang CLARITY (Digital Asset Market Clarity Act of 2025), yang bertujuan untuk memperjelas pembagian kewenangan pengawasan aset digital antara SEC dan CFTC, ditargetkan berlangsung pada Januari 2026. Kepastian hukum ini diharapkan dapat membuka pintu bagi partisipasi institusional yang lebih besar. Namun, risiko penutupan pemerintah Amerika Serikat pada 31 Januari 2026, karena kurangnya anggaran final, menambah lapisan ketidakpastian. Selain itu, keputusan MSCI mengenai klasifikasi Digital Asset Treasury (DAT) pada 15 Januari 2026, berpotensi memicu arus keluar dana sebesar USD 2,8 miliar hingga USD 8,8 miliar.
Meskipun awal tahun ini diwarnai koreksi, sejumlah analis tetap mempertahankan prospek optimistis untuk Bitcoin di tahun 2026. Standard Chartered, meskipun memangkas target harga Bitcoin 2026 dari USD 300.000 menjadi USD 150.000, masih menunjukkan pandangan positif. Analis Bernstein dan Michael Saylor dari MicroStrategy juga menggemakan target sekitar USD 150.000 untuk akhir 2026. Bahkan, Charles Hoskinson, pendiri Cardano, memproyeksikan Bitcoin dapat mencapai USD 250.000 pada tahun ini. Optimisme ini didorong oleh ekspektasi lonjakan ETF kripto, dengan lebih dari 100 ETF baru yang diproyeksikan meluncur dan potensi arus dana lebih dari USD 50 miliar. Jesse Eckel, seorang YouTuber kripto populer, memprediksi tahun 2026 akan menjadi "bull run" sebenarnya dan menargetkan Bitcoin mencapai antara USD 170.000 hingga USD 250.000, sambil berpendapat bahwa siklus empat tahun tradisional Bitcoin telah berakhir.
Namun, pandangan yang lebih konservatif dari beberapa analis Wall Street menargetkan Bitcoin antara USD 110.000 hingga USD 135.000. Skenario terburuk yang disimulasikan oleh seorang analis dari Altcoin Daily menunjukkan Bitcoin berisiko turun hingga USD 56.000 jika pola siklus pasar lama kembali terulang. Analis Peter Brandt bahkan memprediksi penurunan hingga USD 25.000, sementara Mike McGlone dari Bloomberg Intelligence mengeluarkan peringatan dramatis tentang potensi penurunan ke USD 10.000, dengan mempertimbangkan faktor makroekonomi yang lebih luas dan perkembangan regulasi.
Integrasi institusional yang semakin mendalam dan peningkatan korelasi Bitcoin dengan indeks saham teknologi menjadi dinamika penting yang akan terus diamati sepanjang 2026. Pergeseran pasar menjauh dari spekulasi liar menuju integrasi institusional dan fungsi sistemik menandai fase konsolidasi arah yang fundamental bagi industri kripto.